Rabu, 06 Juli 2011

Sejenak dengarkan, kawan



Kuuluk salam padamu, kawan
Selamanya berkasih diranah Sang Esa

Dan, ibahkan sejenak
kuingin hatimu yang mendengar
adanya hatiku tak kunjung disantuni damai
nelangsa bertudung rindu
meski tiga musim silih berganti
segalanya masih tertawan,
terkungkum dalam pesona
seraya sanjungi kelembutannya

Cintaku, bagi mereka tak ubahnya ego
ketamakan yang diujarnya
pula bersandang hanya kepuasan

Tapi lebih,
lebih dalam, kawan
karena rasa yang terlanjur terpilih
mematri kasih  bukan pada tilasannya yang berdosa

Sedang adakah kerinduannya pada gelisahku,
mengertikah dia, kawan
adalah keengganan
tak berupa ketidak mampuan hapusi kenangan

Datangnya karena pergantian,
menggemakan tulus, tanpa siapapun
selain aku yang menghendakinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berbagi kisah