Kuuluk salam padamu, kawan
Selamanya berkasih diranah Sang Esa
Dan, ibahkan sejenak
kuingin hatimu yang mendengar
adanya hatiku tak kunjung disantuni
damai
nelangsa bertudung rindu
meski tiga musim silih berganti
segalanya masih tertawan,
terkungkum dalam pesona
seraya sanjungi kelembutannya
Cintaku, bagi mereka tak ubahnya ego
ketamakan yang diujarnya
pula bersandang hanya kepuasan
Tapi lebih,
lebih dalam, kawan
karena rasa yang terlanjur terpilih
mematri kasih bukan pada tilasannya yang berdosa
Sedang adakah kerinduannya pada
gelisahku,
mengertikah dia, kawan
adalah keengganan
tak berupa ketidak mampuan hapusi
kenangan
Datangnya karena pergantian,
menggemakan tulus, tanpa siapapun
selain aku yang menghendakinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah