Kamis, 26 Juli 2012

Aku ketakutan, Tuhan


Tuhan,
seperti cawanku kau tumpahi air lautan
meluap di penampangku yang hanyalah kecil
seperti dahan dan daunku mengering,
kemudian diguncangkan kencang
asaku rontok tertelan pahit yang begitu sangat
Anginpun abaikan jerit hatiku diperdengarkan mereka

Tuhan,
apa yang engkau hendaki atas kepayahan ini
menjadi seperti apa setelah ini
jika hanya Engkau hadirkan hari untuk menyambungkan duka
maka jangan engkau papahi aku dipertemukan

seluruh sendi percayaku merintih, Tuhan
aku ketakutan, Tuhan
aku merasa sendiri
sepi sembunyikan suara mereka ditenggelamkan

Tuhan, wahai Engkau satu Tuhanku
dibalik keluh aku pantaskan jiwaku untuk Engkau hibai
meminta untuk Engkau santuni
kehinaan yang aku sendiri sandangkan
ketakpantasan aku sendiri yang ucapkan

sucikan aku Tuhan
jemput aku
kembalikan aku kepelukanMu
dengan diijinkan memiliki nafas
untuk perbaiki hariku kemarin

Senin, 16 Juli 2012

Hanya kau yang tahu


Aku yang menunggu
atau aku yang meninggalkan
hanya kau yang tahu betul jawabannya

Seperti aku ingin pergi
seperti kau tak hendaki aku tinggal
hanya kau yang mengerti

Siapa aku yang mengecewakanmu
siapa aku yang pilih perpisahan kita
siapa yang tahu selainmu

Kejujuran hendaki hatimu berbicara
pada bahagia yang mengusung gelisah
pada rebahan tangis didalam senyuman

Membunuh waktu dikejar masa lalu


Takdir pilihkan perpisan untuk jalan kita
Ketentuan yang sadarkan kita untuk mengerti,
rasakan arti pertemuan

Sekuat asa
sepekat  ego dan rasa kecewa meracuni
kita berpasrah untuk perginya
tanpa bahasai tangis untuk senyum kemarin

Namun tak aku menawanmu dalam kesalahan
meski entah atau mungkin
dan ingin aku mengetahui
siapa yang mengundang sepi menyandangkan
diantara kita yang masih ada sulutan bahagia

Gaduh pada malamnya aku seperti kesetanan
larut pada kekosongan hari aku seperti diasingkan
menyudahi namun rindu tertanam dan mengakar

Memang aku, mungkin memang hanya aku
membunuh waktu dikejar masa lalu

Usah kini kau bawakan keibaanmu
aku telah terbiasa dan telah kembali tertawa
menikmati terpaan angin lembut
dibawah kerindangan pohon kasih
disaat tak lagi kau ingat
kedamaian pernah kau temukan dihati ini