Tuhan,
seperti cawanku kau tumpahi air
lautan
meluap di penampangku yang
hanyalah kecil
seperti dahan dan daunku
mengering,
kemudian diguncangkan kencang
asaku rontok tertelan pahit yang
begitu sangat
Anginpun abaikan jerit hatiku
diperdengarkan mereka
Tuhan,
apa yang engkau hendaki atas
kepayahan ini
menjadi seperti apa setelah ini
jika hanya Engkau hadirkan hari
untuk menyambungkan duka
maka jangan engkau papahi aku
dipertemukan
seluruh sendi percayaku merintih,
Tuhan
aku ketakutan, Tuhan
aku merasa sendiri
sepi sembunyikan suara mereka
ditenggelamkan
Tuhan, wahai Engkau satu Tuhanku
dibalik keluh aku pantaskan
jiwaku untuk Engkau hibai
meminta untuk Engkau santuni
kehinaan yang aku sendiri
sandangkan
ketakpantasan aku sendiri yang
ucapkan
sucikan aku Tuhan
jemput aku
kembalikan aku kepelukanMu
dengan diijinkan memiliki nafas
untuk perbaiki hariku
kemarin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah