Selasa, 25 Juli 2017

Ikrar yang Melebihi Kita

Bukan Tuhan tak beri kita kesempatan

Cinta yang memilihkan keberadaan sebenarnya

Ada bukan mata yang melihatnya

Ada tak berarti tangan yang menjabatnya

Tapi hati mewujudkan keberadaan yang sesungguhnya

Bagaimana merasakan cinta yang tak pernah berwujud

Bagaimana rasanya memegang hati yang tak pernah memiliki

Kesengsaraan bahkan diperjuangkan

Hati meneguhkan bagaimana itu bukan menjadi biang kemalangan

Kemudian aku tak menjadi ada

Ataukah adamu yang memang tak pernah milikku

Bersebrang hati telah menjadi kita

Dan itu telah terpisah oleh ikrar yang melebihi kita berbagi

Sabtu, 06 Mei 2017

Berbahagia untuk tawanya hari ini

Teringat jelas bagaimana dia tersenyum
benar merindu bagaimana dia tersenyum

Tidak bisa menyamarkan bagaimana caranya bermanja
benar-benar aku dibuat rindu caranya menunjukan manja

Bagaimana aku melewatkan hari setelahnya pergi
adakah rasa yang sama dari resahnya
dari saat dia menetapkan hati untuk pergi
sedang aku telah dimakan rasa memilikinya berlebih

Dia yang telah menjadi bayang dari bayangku sendiri
meski telah menjadi hayal tapi dia begitu nyata dari sekedar asa
tidak berarti aku sisipkan api yang menjadi petaka
tapi rasa sambut dari do’a untuk hari barunya

Aku telah berbahagia untuk tawanya hari ini
terima kasih untuk cinta dan rasa rindu
bekalku menguatkan masa menjadi aku