Kamis, 31 Mei 2012

Jiwaku yang sakit


Aku belum memiliki kesembuhan
Tertanam kesakitan di jiwaku
dan hatiku masih terguncang
saat pergimu, kasihku

malam serukan sepi, tepikanku
meretas kenangan lagi, aku, kekasihku,
menamparku

Yang tak sempat kirimi kesederhanaan
cara berbagi dengan hangat
adalah menjadi terbaik untukmu

Menjadi tanah damai, tempatmu kembali
setelah bersetu dari terik dunia

aku kini, yang dulu kekasihmu
berjumpa padang savana
ingin berbaring menyembuhkan luka

Kamis, 24 Mei 2012

Dia sedang pilihkan jalan terbaik


Tak perlu menagis dan menyesal
jauhkan ingin kau kutuk dirimu
atau kau ragukan keadilan Tuhanmu

Selangkahpun telah jadi ketentuan
Ketetapan takdir yang bisu dan kaku
Namun tidak berarti
jatuh adalah takdirmu

Kau harus tahu akan Tuhanmu,
Dia sedang  pilihkan jalan terbaik
Dia hendaki yang paling terbaik

Kau harusnya tidak berhenti dan mengeluh
Tidak seharusnya mencari yang buatmu jatuh

Kau,
memang kesempurnaan dari semua ciptaanNya,
maka pantaskah kau,
menyendiri dan kalah

kau,
seperti lupa akan janjinya
yang membuatmu paling mulia

Mantra


Aku temukan sebuah mantra
kemudian mari merapalnya

Dari mantra suci,
mantra yang sakti
kau akan bisa terbang
menari di panggung angkasa
dan kau bisa melihat surga

Mantra yang begitu sakti
semua jiwa bisa tersihir karenanya

Inilah mantra yang hilang
mantra di hati setiap ibu
mantra para bapakmu

Mantra kaum yang berperasa
mantra dari semua mantra
inilah mantra cinta
berkah kasih Sang Pengasih

Tanyaku pada hening


Haruskah menjadi seperti mereka yang lupa,
serakah dan ponggah
penyembah dunia
menegakan fana pada kuasa tak berbatas

kebenaran tanpa benar bagi selainnya

haruskah aku berserta mereka yang kufur,
melebihkan kecintaan pada yang dimiliki
Waktu kian menghendaki nafas
 Merenggang dan hilang

Hatikupun bertanya,
entah mungkin pada hening
Apakah aku seperti mereka
Apakah ternyata aku seperti mereka

Tuhan
Adakah aku ,
Adakah aku sempat buatMu bangga kemudian mencintaiku

Tuhanku


Melihat yang ada dikananku,
Kemudian melihat sebelah kiriku
Ternyata hanya ketika tawa begitu riuh
Tapi tangis begitu aku rasa sendiri

Tuhanku,
Benar memang kini aku harus mengakui
Hanya Engkau temanku berbagi
Hanya Engkau kekasih,
tempatku
Mencari teduh saat gersang dan perih

Tuhanku,
Terima kasih,
Dijinkan aku bisa terus kembali

Sabtu, 05 Mei 2012

Bungaku



Bungaku,
hasrat ingin menanammu ditaman hati
telah ada tanahku tempatmu sumringah menari
bersama air kehidupan yang hendak hapuskan dahagamu

Bungaku,
jiwa terpanggil menumbuhkan indahmu
namun takut aku waktu tak sempati menjaga
sedang mata inginkan sangat diteduhkan

Bungaku,
adakah satu kesempatan nanti miliki
sedang kini adamu terbelit ilalang dipekarangan liar
dan datang kini diperjalanan setangkai bunga lain dikirimkan
maka adakah nanti, bungaku

Jumat, 04 Mei 2012

Perahuku Hatiku


Jiwa menanti hujan diarak mendung
pada satu dahaga
yang aku inginkan menutup masanya
meski kerinduan serasa lebih kuat menerpa
Perahuku hanyalah berputar
mengelilingi tanpa menjauh 

Lautan lepas bagai menyurut kebiruan disini
Aku sentuhkan segala indera
mengartikan
Yang aku temui kembali pebuhan yang sama
ketika selamanya hendak merapat
dan dikaramkan 

perahuku hatiku
kemudian tertiup angin layarnya membawa
sampaikan aku didaratan hari ini
tempat berlindung dari badai,
ombak dan meneduh
hingga aku temui mungkin layak
aku menambatkan

Bagaimana seharusnya aku

Sederhanakan rasamu
Biar sederhana aku bisa menjadi aku
Biar sederhana aku berjalan bersamamu memadu 
Genggamanmu begitu erat nafasku berat
Lebihkan sedikit lagi percaya aku lebihkan menjaga
Usah gelisahi langkah yang bagiku telah menjadi kita
Jangan  terus lukai hatimu dengan perasangka 
Bukan hanya kau rasa sendiri
Aku kian jauh melihatmu untuk mengerti
Bagaimana seharusnya aku 

Terlupakankah senyum yang buatmu disini hari ini
Berhentilah meragukan
Aku inginkan bersama 
tanpa hasratmu yang buatku berbeda