Rabu, 26 Oktober 2016

karena Imanku

meradang
sendi-sendi sabarku meradang 
kian menemukan dimana langkah harus terhenti kemudian berlari  
ataukah diam kemudian semakin meradang 
diam menjadi rias dimuka yang begitu tebal  menyerap keringat letih
mencoba menahan tapi hati kian meradang 
mencoba menelan rasa hati jadi salah karenanya 
apa yang menjadi pengobatnya selain uluran tangan Rabb- ku 
disini ya Rabb  
hati ini ya Rabb 
begitu gersang dan merindu teduh-Mu 
ini karena imanku 
bukan lelah langkah yang akan berhenti beristiqomah atas JalanMu, Rabb-ku