meradang
sendi-sendi sabarku meradang
kian menemukan dimana langkah harus terhenti kemudian berlari
ataukah diam kemudian semakin meradang
diam menjadi rias dimuka yang begitu tebal menyerap keringat letih
mencoba menahan tapi hati kian meradang
mencoba menelan rasa hati jadi salah karenanya
apa yang menjadi pengobatnya selain uluran tangan Rabb- ku
disini ya Rabb
hati ini ya Rabb
begitu gersang dan merindu teduh-Mu
ini karena imanku
bukan lelah langkah yang akan berhenti beristiqomah atas JalanMu, Rabb-ku