Babak baru dari deret rangkaian tempa
dari ulasan tawa dan tangis kita
untuk mereka
entah bagaimana memberi rasa
untuk hari ini
takdir memang tidak merinci
maunya
sandang ini rupa sebuah buah
dari goda indah dunia yang semu
dan sementara
mengubah warna mungkin terjadi
tapi malam dan siang adalah berbeda
bukan akhir dari banyaknya bunyi
dan gerak
Merisau telah terlambat
pilihan cuma menjadi bentuk nanti
dari adaanya nyata serta kemarin
semoga dosa tidak membayangi hingga
terulang
jalan yang penuh keponggahan
kemudian lupa
menjadi asing bahkan untuk bernafas
tahukah sesal telah menyita hampir
seluruh waktu
Genggaman kini coba yang aku
yakini
maafkan untuk segalanya untukmu