Rabu, 26 Oktober 2016

karena Imanku

meradang
sendi-sendi sabarku meradang 
kian menemukan dimana langkah harus terhenti kemudian berlari  
ataukah diam kemudian semakin meradang 
diam menjadi rias dimuka yang begitu tebal  menyerap keringat letih
mencoba menahan tapi hati kian meradang 
mencoba menelan rasa hati jadi salah karenanya 
apa yang menjadi pengobatnya selain uluran tangan Rabb- ku 
disini ya Rabb  
hati ini ya Rabb 
begitu gersang dan merindu teduh-Mu 
ini karena imanku 
bukan lelah langkah yang akan berhenti beristiqomah atas JalanMu, Rabb-ku

Kamis, 01 September 2016

Dia, kini..



Dunia menelan si manjaku
kemewahan  dan Kesetaraan,
rasa haus melepaskan bayang batas seorang wanita
Waktu membawanya kian dalam di sudut keterasingan
dia kehilangan dimana dia bisa menaruh rasa percayanya
sesaat ketika dia tersadar disetiap malamnya
entah mungkin dia sendiri tak harapi nyata terjadi
Dia kian terabawa arusnya
dia mencari kasih yang tak pernah lepas dari pandangnya
ingin selalu menemukan sepinya
penghibur yang tak henti menemani dan lepas dari gengamnya
kesemuan mengubah tulusnya
Gelisah mengikat kesadaran pandangnya
semakin terjerembab ia kini
dan dia gagal meredam gemuruh rasaya sendiri
karena Dia gagal membuktikan ucapnya
tak akan hilangkan siapa dirinya  

Rabu, 31 Agustus 2016

Menjadi Asing Bahkan Untuk Bernafas

Babak baru dari deret rangkaian  tempa
dari ulasan tawa dan tangis kita untuk mereka
entah bagaimana memberi rasa untuk hari ini
takdir memang tidak merinci maunya
sandang ini rupa sebuah buah
dari goda indah dunia yang semu dan sementara
mengubah warna mungkin terjadi
tapi malam dan siang adalah berbeda
bukan akhir dari banyaknya bunyi dan gerak
Merisau telah terlambat
pilihan cuma menjadi bentuk nanti
dari adaanya nyata serta kemarin
semoga dosa tidak membayangi hingga terulang
jalan yang penuh keponggahan kemudian lupa
menjadi asing bahkan untuk bernafas
tahukah sesal telah menyita hampir seluruh waktu
Genggaman kini coba yang aku yakini
maafkan untuk segalanya untukmu