Rabu, 31 Agustus 2016

Menjadi Asing Bahkan Untuk Bernafas

Babak baru dari deret rangkaian  tempa
dari ulasan tawa dan tangis kita untuk mereka
entah bagaimana memberi rasa untuk hari ini
takdir memang tidak merinci maunya
sandang ini rupa sebuah buah
dari goda indah dunia yang semu dan sementara
mengubah warna mungkin terjadi
tapi malam dan siang adalah berbeda
bukan akhir dari banyaknya bunyi dan gerak
Merisau telah terlambat
pilihan cuma menjadi bentuk nanti
dari adaanya nyata serta kemarin
semoga dosa tidak membayangi hingga terulang
jalan yang penuh keponggahan kemudian lupa
menjadi asing bahkan untuk bernafas
tahukah sesal telah menyita hampir seluruh waktu
Genggaman kini coba yang aku yakini
maafkan untuk segalanya untukmu





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berbagi kisah