Minggu, 18 November 2012

Karena Kita telah Usai


Jangan buang air matamu percuma
jangan tangisi perpisahan yang segera menyapa
kita memang berdosa dari mereka yang terkasih
menyandangkan duka disetiap erat mesra kita

Apa yang menjadi damba telah usia
sebatas kisah lalu kita harusnya dikisahkan
dunia kita telah menghilang
pagi telah menuntaskan mimpi kita
kembalikan sadar kita menyemayamkannya hanya pada kenang

Nyata kita memang berbeda jalan di seberang sana kau berada
harusnya memang aku telah melupakanmu
harusnya kamu hapusi aku sebagai perkenanan bahagiamu
pupuskan asa ini mari kita relakan

Memang tak mudah membuatnya berlalu
tak akan mudah memang membuatnya terbiasa
namun harap mereka kita menuntup semua dan tak kembali
percaya untuk ketentuan Tuhan yang terbaik
kita harusnya menepi dan menjadi berita baik mereka
karena kita telah usia
                                 

Kisah dan Do'a Untuk Kita


Kenangan merangkul kita menjadi enggan salami perpisahan
membuat kita merasa tak layak terhapus begitu saja
apa yang terkagumi menggoda
bahkan sederet kecewa tak lebih hebat untuk menghentikannya

kita begitu kuat membuat eratan pada kisah lalu
dan begitu rapat kita untuk diuraikan seperti ingin mereka
Kita telah banyak menyapa rintang dan telah menjadi indah
dengan kelembutan dalam pinangan
menyempurnakan kesucian asa kita menghidupkan
maka tak sama pergi kita seperti mereka yang mudahnya pergi

Angin yang lembut
angin yang menerpa kencang
disaat duka menjabati
atau bahagia yang menjadi uji
kita pernah menemui keduanya
kita pernah berhasil dan gagal atasnya
karenanya bukan sanggahan kita yang tidak hendaki satu

Tuhan,
kami memasrahkan bukan karena kami telah lelah mencoba
bukan kami enggan dan menganggapnya tak mungkin

Tuhan,
karena kami percaya janjiMu pasti
untuk kami dengan segala keterbaikan dalam cintaMu

Maka Tuhan,
temui kami
jabat hati kami
biar ada pantas kami persembahkan ini untuk lebih mencintnimu

Ingin Pergi Melupakanmu


Maafkan aku
aku ingin pergi melupakanmu
meredam terpaan hebat dari hatiku yang merindumu
aku mencoba mematikan ingin kita bersatu

Maafkan aku
aku meragukanmu disaat ragumu atasku menjadi
mengacuhkan inginku temui dan sapa kelembutanmu
aku kemudian berharap disana adamu disambut bahagia lain

Maafkan aku
untuk semua duka yang menyandang oleh diamku
dingin kasihku tanpa bayangpun melawat
terbiasa karena aku memang terbiasa diam dan mengalah

Yakini aku untuk terakhir aku meyakinkamu
adalah aku bukan tak harapi menjabatmu di tali suci
bukan aku pergi karena cinta yang hanya dangkal
aku pilihkan perpisahan kita sebagai pintu barumu
menggantikan air mata yang aku hadirkan
untuk bisu kenang yang akan menyeka setiapnya dimatamu

Ruh Halus (Goda cinta lalu)


Ruh yang halus
tidak bisa tersentuh
tidak terbatasi
biar semua pernah menyisihkannya
biar kita pernah menggapnya mati

Ruh suci itu telah kembali
penghidup rasa yang tidak mengenal panas darah
tidak rasuki raga dalam dosa

Ruh itu benar telah kembali
menggoda hasrat kita
menggoda keteguhan kita
menyusupi belahan jiwa yang terasa mengosong
dan menggugat kediaman yang menjadi miliknya di waktu lalu

Maka adakah bagiku penolakan
pantaskah bagiku memangku kembali keindahan itu
sadarkah kita mengecewakan mereka dengan kembalinya ia,
ruh yang halus

Selasa, 13 November 2012

Tak berestu Tuhan


Menguatkan keyakinan dengan berpegang asa atasmu,
telah aku lakukan
menanamkan percaya yang dalam pada mimpi kita,
pun telah aku lakukan
gelaran pedih hadir pentaskan kedukaan dari kita yang tak berestu

Aku tahu Tuhan inginkan kita memiliki bauran warna yang semarak
Kita di beri jalan yang segera ditemukan persimpangan
bersebrang dan meneruskannya tanpa saling bertegur sapa
tanpa pandang yang tak bisa bertemu dan puaskan kerinduan
diantara kita yang inginkan sangat di satukan

Merangkai kita pasti di laluaannya
mencurahkan dengan segala keyakinan,
telah kita lakukan

Wujud yang lebih pasti mulai membentuk kita
alam menentukan keajaiban dengan caranya
kita semua bagian cerita kemenangan
usah  temani duka ketika alur menyandang
dan memilihkan nyata yang berbeda dari bayang di masa lalu