Rabu, 23 Februari 2011

Perujungan Tapa Rindu

Derai pilu hujami semestaku

dibungkam hayatku pun serasa berhenti


melodi lantunkan kesumbangan jiwa


aku berduka


tapa rindu ku sudahi


bunga langit tenggelami asmaraku


meski kecewa


kuatkan napasku berlalu


pupus segala asa


mendebu indahmu diterbangkan waktu


cintamu yang ku dupai setia


penantian renggangkan duniawiku


tanpa mengerti kau bahasai tulusku


dalam isak gerimisku


aku isyaratkan para malaikat putih


berpanjat do'a bagi langkahmu.

kamu (Pemujamu)


Dialah berkah kasih Tuhan

makna dari bentuk cinta sebenarnya

teduh mata dibilas keayuan

hati dibungakan atas rekahan senyuman

empatiku menari payahkan ego

aku dibuatnya melayang

menerawang kehalusan rasa yang melenakan

solekan ikhlasmu tegaskan pesona

meranumkan rasa dari pemasakan setia

pun serat awan kerudungkan kewanitaanmu..

aku mendambamu warnakan kusamku

aku memujamu

Madu Melati Putih (Aku)


Pernah aku kau jadikan persingghan hatimu

serat kisah yang kau tenun dengan kecintaanmu


Dari mimpi,

bersama pernah kita mengejar asa

bersama pernah satu ingin menjadi kita


pernah kau buatku menjadi makna risaumu

menjadi rasa ditangis dan tawamu


Kini abadikah lajunya

ataukah usai,

dilalunya langkahmu

dilalunya pergimu


Namun tetaplah aku madumu,

madu dari berkah lahir tataan masa kita


Dan wahai kembang melatiku

masihkah ada aku

masihkah ada rindu disetiap deraian air matamu

hanya untuk aku

Rona Warna Baru


 Meraba pandang di hatimu

adakah matahari sambut dengan senyum

ataukah mencari awan kemudian bersembunyi malu

rasa kian bahasai sepi


Dari keayuanmu

kau sematkan pesona

namun juga kau baluri tanda tanya

hingga masih tersemat ragu berlabuh


Inikah masaku menepi dari muara lalu

mengentaskan hati,

membilasinya dengan bunga asmaramu kini

padamu rona warna baru hatiku

Tetap Untukmu


Satu kisahmu sematkan cinta pada alurku


berikan manis getir disetiap adegannya

Lama  aku bersungguh dalam peran ini,

tak peduli sorakan mereka 

yang hiba atau tertawa dari tertawannya jiwaku

pun aku tetap bersungguh

bahkan telah aku meritualkan tangis hati,

bersihkan dosa khianatmu


Sedang mengertikah kamu

tutur monologku yang senantiasa asakan bahagiamu

lirih dialogku dengan Tuhanku,

atas merindunya aku akan adamu

Peneguh Langkah


Peneguh Langkah

Tuhan,
aku mengimani kehendaMu
di tiap helaan nafas kau hadirkan makna
tak aku meragukan dan berburuk sangka atasMu
di segala kebaikan untukku
dalam rizki
dalam musibah
kecintaanMu yang tak berbatas

Dengannya ku ikhlas, Tuhan
meninggalkan segala foya keduniaanku
bahkan aku rela, aku merela,Tuhan
Masaku kini hanya untuk lelah letih
meneruskan jalan di mana aku miliki mimpi
tanpa sedikitpun aku tahu,
masihkah disini aku esok atau lusa nanti

Inilah ikhtiarku, Tuhan
berseteru dengan waktu
berseteru dengan gemuruh mudaku
berpetualang berbekal do'a
dengan sedikit sisa keringatku di masa lalu

Aku bertahan,Tuhan.
dengan yakin ku ingin bertahan
mengharap sentuh kasihMu indahkan asaku
tawa,
tangis,
aku sujudkan atas warna cintaMu kini

Aku berlari, sekencang aku ingin terus berlari
tak ku biarkan langkahku tertinggal
meski malam pesonakanku dengan kedamaian
namun tak ingin gelap peluk pijaran mentariku
karena pagi adalah isyarat keterbaikan sebuah perubahan


KUNCI

Jatuh sekali, Tidak akan tidak jatuh kembali

Semakin banyak jatuh

Semakin tahu harus apa setelah jatuh

Ada kemungkinan

Ada ketetapan

Bangkit itu pilihan

Pula terpuruk itu pilihan

Susahmu, dukamu

Senangmu, bahagiamu

Segalanya mungkin

Walau lalunya itulah ketetapan

Tanggalkan ragu

Tuhan hanya pada yang pasti

Tuhan hanya pada yang terbaik

Tuhan datang karena percaya

Datangilah,

Dengan kacai rupa langkah

Temukan apa yang Tuhan sisipkan

belajarlah,

itulah kunci

Selasa, 22 Februari 2011

KETENTUAN

Tak ada manis tanpa pahit

Tak ada terang tanpa gelap

Begitupun tawa,

Hanya ada karena teduhnya air mata

Rangkai alur yang saling mengaiti

Begitu Tuhan hadiahi kita

Siapa yang bersuka adalah dekati duka

Begitupun duka, gumuli pikir yang lelah

Pastilah masa merotasi rupanya

Hendak tertawa, menunduklah

Temukanlah duka para perintih nasib

Hendak berduka, sematkan bahagia lalu

Usah risaukan melarutnya ketentuan dalam kepayahan

Yakinlah,

Tuhan semata hendaki atas keterbaikan makhluknya

Jadilah bijak karenanya,

Tak ada apapun yang terjadi tanpa ada kepastian

Hidup telah tertulis dalam novel karya Tuhan

Kita kan jatuh, setelah tersandung

Kita kan bangktit, setelah terjatuh

Kita kan berjalan kembali, setelah bangkit

Dan kita kan berlari, setelah berjalan

Santuni hati,

Cukuplah penat kita sandangkan pada ranahnya..

February 9, 2011