Dunia menelan si manjakukemewahan dan Kesetaraan,rasa haus melepaskan bayang batas seorang wanitaWaktu membawanya kian dalam di sudut keterasingandia kehilangan dimana dia bisa menaruh rasa percayanyasesaat ketika dia tersadar disetiap malamnyaentah mungkin dia sendiri tak harapi nyata terjadiDia kian terabawa arusnyadia mencari kasih yang tak pernah lepas dari pandangnyaingin selalu menemukan sepinyapenghibur yang tak henti menemani dan lepas dari gengamnyakesemuan mengubah tulusnyaGelisah mengikat kesadaran pandangnyasemakin terjerembab ia kinidan dia gagal meredam gemuruh rasaya sendirikarena Dia gagal membuktikan ucapnyatak akan hilangkan siapa dirinya
Kamis, 01 September 2016
Dia, kini..
Langganan:
Postingan (Atom)