Kamis, 01 September 2016

Dia, kini..



Dunia menelan si manjaku
kemewahan  dan Kesetaraan,
rasa haus melepaskan bayang batas seorang wanita
Waktu membawanya kian dalam di sudut keterasingan
dia kehilangan dimana dia bisa menaruh rasa percayanya
sesaat ketika dia tersadar disetiap malamnya
entah mungkin dia sendiri tak harapi nyata terjadi
Dia kian terabawa arusnya
dia mencari kasih yang tak pernah lepas dari pandangnya
ingin selalu menemukan sepinya
penghibur yang tak henti menemani dan lepas dari gengamnya
kesemuan mengubah tulusnya
Gelisah mengikat kesadaran pandangnya
semakin terjerembab ia kini
dan dia gagal meredam gemuruh rasaya sendiri
karena Dia gagal membuktikan ucapnya
tak akan hilangkan siapa dirinya  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berbagi kisah