Ruh yang halus
tidak bisa tersentuh
tidak terbatasi
biar semua pernah menyisihkannya
biar kita pernah menggapnya mati
Ruh suci itu telah kembali
penghidup rasa yang tidak mengenal panas darah
tidak rasuki raga dalam dosa
Ruh itu benar telah kembali
menggoda hasrat kita
menggoda keteguhan kita
menyusupi belahan jiwa yang terasa mengosong
dan menggugat kediaman yang menjadi miliknya di
waktu lalu
Maka adakah bagiku penolakan
pantaskah bagiku memangku kembali keindahan itu
sadarkah kita mengecewakan mereka dengan
kembalinya ia,
ruh yang halus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah