Bungaku,
hasrat ingin menanammu ditaman hati
telah ada tanahku tempatmu sumringah menari
bersama air kehidupan yang hendak hapuskan dahagamu
Bungaku,
jiwa terpanggil menumbuhkan indahmu
namun takut aku waktu tak sempati menjaga
sedang mata inginkan sangat diteduhkan
Bungaku,
adakah satu kesempatan nanti miliki
sedang kini adamu terbelit ilalang dipekarangan liar
dan datang kini diperjalanan setangkai bunga lain dikirimkan
maka adakah nanti, bungaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah