Jiwa menanti hujan diarak mendung
pada satu dahagayang aku inginkan menutup masanya
meski kerinduan serasa lebih kuat menerpa
Perahuku hanyalah berputarmengelilingi tanpa menjauh
Lautan lepas bagai menyurut kebiruan disini
Aku sentuhkan segala inderamengartikan
Yang aku temui kembali pebuhan yang sama
ketika selamanya hendak merapatdan dikaramkan
perahuku hatiku
kemudian tertiup angin layarnya membawa
sampaikan aku didaratan hari ini
tempat berlindung dari badai,
ombak dan meneduh
hingga aku temui mungkin layakaku menambatkan
Jumat, 04 Mei 2012
Perahuku Hatiku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah