Bukan
Tuhan tak beri kita kesempatan
Cinta yang memilihkan keberadaan sebenarnya
Ada
bukan mata yang melihatnya
Ada tak
berarti tangan yang menjabatnya
Tapi
hati mewujudkan keberadaan yang sesungguhnya
Bagaimana
merasakan cinta yang tak pernah berwujud
Bagaimana
rasanya memegang hati yang tak pernah memiliki
Kesengsaraan
bahkan diperjuangkan
Hati
meneguhkan bagaimana itu bukan menjadi biang kemalangan
Kemudian
aku tak menjadi ada
Ataukah adamu
yang memang tak pernah milikku
Bersebrang
hati telah menjadi kita
Dan
itu telah terpisah oleh ikrar yang melebihi kita berbagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah