Senin, 16 Juli 2012

Membunuh waktu dikejar masa lalu


Takdir pilihkan perpisan untuk jalan kita
Ketentuan yang sadarkan kita untuk mengerti,
rasakan arti pertemuan

Sekuat asa
sepekat  ego dan rasa kecewa meracuni
kita berpasrah untuk perginya
tanpa bahasai tangis untuk senyum kemarin

Namun tak aku menawanmu dalam kesalahan
meski entah atau mungkin
dan ingin aku mengetahui
siapa yang mengundang sepi menyandangkan
diantara kita yang masih ada sulutan bahagia

Gaduh pada malamnya aku seperti kesetanan
larut pada kekosongan hari aku seperti diasingkan
menyudahi namun rindu tertanam dan mengakar

Memang aku, mungkin memang hanya aku
membunuh waktu dikejar masa lalu

Usah kini kau bawakan keibaanmu
aku telah terbiasa dan telah kembali tertawa
menikmati terpaan angin lembut
dibawah kerindangan pohon kasih
disaat tak lagi kau ingat
kedamaian pernah kau temukan dihati ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berbagi kisah