Takdir pilihkan perpisan untuk
jalan kita
Ketentuan yang sadarkan kita untuk
mengerti,
rasakan arti pertemuan
Sekuat asa
sepekat ego dan rasa kecewa meracuni
kita berpasrah untuk perginya
tanpa bahasai tangis untuk senyum
kemarin
Namun tak aku menawanmu dalam
kesalahan
meski entah atau mungkin
dan ingin aku mengetahui
siapa yang mengundang sepi
menyandangkan
diantara kita yang masih ada
sulutan bahagia
Gaduh pada malamnya aku seperti
kesetanan
larut pada kekosongan hari aku
seperti diasingkan
menyudahi namun rindu tertanam
dan mengakar
Memang aku, mungkin memang hanya
aku
membunuh waktu dikejar masa lalu
Usah kini kau bawakan keibaanmu
aku telah terbiasa dan telah
kembali tertawa
menikmati terpaan angin lembut
dibawah kerindangan pohon kasih
disaat tak lagi kau ingat
kedamaian pernah kau temukan
dihati ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah