Aku dieratnya seperti kayu rapuh
Seakan tak ku sanggup menopang,
dan setetespun air terjatuh kemudian ku tumpah
Tapi ku mengerti adaMU, Tuhan
Masalah datang hanya untuk mebesarkanku
Tiap langkah,
seakan melayu kebodohanku
Ku meninggi, anginpun pastilah kencang
Tuhan,
kuatkan kakiku
Teguhkan hatiku
kini,
hanya tinggal asa cintaMU penuhi warnaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah