Rasa kian memadu, kian menyatu
Buah dari rahim keteguhan, keikhlasan
panjang tempaan,
didewasakan berkah tak berkesudahan
Aku yang tak selalu disisimu
Namun aku pahami gerak gelisahmu
rasuki ranah damai bebani luas percayamu
Sunggguh, kasihku
Usah kau rajuki suara lirih pipihkan
asa kita
Karena rindu telah tenggelamkanku pada
kedalamanya
Meski ranum cinta masih terasing disahara
menyepi atas lalunya yang terecap
manis
Sedang inilah candu, kasihku
tiada akhir mabuki hati
kesanggupannyapun mampu sita keperihan
dan kuasa angkasan cita yang disulut
indah
Maka tunggulah, kasih. Tunggu
ketika ku kosolek semesta dalam
ketakjuban
penuh warna semarak pesonamu, kasihku
biar dunia menikmati karyaku karena
cintamu
Tiada berbatas teranugerahi
pun pelangi meratap cemburu
kita menang , kasihku
menangi tiap perbedaan darinya kita
satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah