Harusnya kamu tidak kembali
tunjukan keibaan dari
penyesalanmu pergi
aku telah menjadi hidup sebelumnya
aku telah membuat sebuah ruang sepi untukku sendiri
begitu nyaman tanpa bubuhan hati manapun
Kembalimu hanya ingatkan aku tetang kekecewaan
meski sadar benci tak lebih besar dari mengharapmu
dan tak mungkin lebih besar dari merindu kelembutanmu
Rasanya tetap mengharuskanku bertumpu senyum,
biar tangis tersamarkan
Saat pergimu
bukan aku temui kerikil
tapi gunung batu yang menjadi uji
bukan aku terhenti karena gerimis
tapi badai yang pupuskan mimpi
Jadi atas apa aku berlapang sambut peduli yang hanya rampasan
Menghantarkan aku menjadi pendosa
Yang karennya aku tipu sadar caraku melihat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah