Kamis, 31 Januari 2013

Harusnya, tidak


Harusnya kamu tidak kembali
tunjukan  keibaan dari penyesalanmu pergi
aku telah menjadi hidup sebelumnya
aku telah membuat sebuah ruang sepi untukku sendiri
begitu nyaman tanpa bubuhan hati manapun

Kembalimu hanya ingatkan aku tetang kekecewaan
meski sadar benci tak lebih besar dari mengharapmu
dan tak mungkin lebih besar dari merindu kelembutanmu

Rasanya tetap mengharuskanku bertumpu senyum,
biar tangis tersamarkan
Saat pergimu
bukan aku temui kerikil
tapi gunung batu yang menjadi uji
bukan aku terhenti karena gerimis
tapi badai yang pupuskan mimpi

Jadi atas apa aku berlapang sambut peduli yang hanya rampasan
Menghantarkan aku menjadi pendosa
Yang karennya aku tipu sadar caraku melihat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berbagi kisah