Entah apa yang terlintas saat itu
mungkin ego atau mimpi yang tak aku hendaki usai
benar adanya bukan hanya hatimu yang merasa kecewa
menerimanya kembali adalah ke tidak harusan memang
Bukan waktu yang tepat lagi menyesalkan
aku telah jauh meninggalkan eratan yang menjadi dilema
seperti apa tenangnya nampak dipermuka,
perasamu mungkin masih menyisakan dosaku
Maafkan,
tidak aku miliki penawar getirnya
tidak aku miliki yang lebih bisa membasuhnya
tapi asamu kan aku pegang membahagiakan ia kini
Cukupkan kita miliki warna diantara jalannya
cukupkan hanya disana
aku harap kau miliki keluasan memaafkan kami
maafkan untuk sandang nelangsa
maafkan,
kami harapi kita masih saudara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah