Semua masih harus terus bernafas
Biar batin kian erat membenci lalunya
takdir,
memilu
Nyata hatiku tertambat
pada waktu yang tak tersadari telah
pergi
Merapal kasih kini hanya miliki
bayangnya
akankah termaafkan
Menemaram cayahanya jadikan dosa
Tak terkira menyadang rasa bersalah
aku menyesal
tak sempat sambuti kelembutannya yang
memapah
memperajam damaiku dalam kekang
gelisah
tak ubah ku ecap tanpa rasa tanpanya
tanpa makna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berbagi kisah